Komunikasi politik kubu Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) masih berbau idealisme pencitraan tanpa memperhitungkan kondisi riel partai-partai politik saat ini. Hal itu terbukti dari terpuruknya kubu di semua momen penting akhir-akhir ini, yang terakhir seputar "Pilkada Langsung". Bisa dikatakan kubu Jokowi-JK hanya bisa meratapi nasibnya melawan kedahsyatan Koalisi Merah Putih dibawah pimpinan mantan jenderal ahli strategi Prabowo Subianto.
Usai kekalah di Pilpres 2014 rupanya sang ahli strategi, Prabowo Subianto, berhasil dengan sangat bagus mengkoordinasikan hampir semua kekuatan politik di negeri ini untuk bersatu-padu menelanjangi sampai habis dinding pencitraan yang dibuat menjulang tinggi-tinggi oleh Jokowi. Kalau saja Jokowi tidak jumawa di awal pencapresannya dan mau bersifat hati-hati dalam memberi pernyataan, dipastikan hal semacam ini tidak akan terjadi. Diakui atau tidak kemenangan Jokowi sesungguhnya adalah kemenangan yang dibayar sangat mahal, semua parpol pengusung dipastikan tidak mempunyai lagi kesempatan untuk duduk di kursi pemerintahan pusat maupun daerah bahkan untuk kursi dewan tak secuilpun tersisa untuk parpol pengusung Jokowi-JK. Sungguh kemenangan yang teramat mahal!
Ini adalah bukti bahwa komunikasi ala Solo sudah tak dapat dipergunakan lagi untuk menghadapi parpol-parpol di negeri ini, mungkin Jokowi perlu mempertimbangkan komunikasi ala batak yang dengan sangat cepat dan tegas bisa menjawab pertanyaan "wani piro" dari parpol yang ingin maupun yang telah diajak berkoalisi. Dengan komunikasi ala batak, diyakini Jokowi akan dengan cepat dapat menjawab "yo, aku rapopo".
Sekarang yang tersisa hanyalah apa yang disebut Jokowi sebagai relawan yang sangat dibanggakannya, yang katanya mau dengan tulus tanpa pamprih terus mendukung sampai kapanpun langkah Jokowi.
Sebentar lagi kita akan tahu, apakah klaim Jokowi tentang patriotisme para relawan itu benar adanya atau jangan-jangan hanyalah fatamorgana, yang lebih parah lagi jika patriotisme relawan itu hanyalah halusinasi Jokowi belaka. Lebih jauh lagi sebentar lagi kita juga akan melihat seberapa hebatnya relawan dalam menghadapi gempuran Koalisi Merah Putih di parlemen maupun di media massa.